SEJARAH PPNI

MEA adalah forum harmonisasi yang salah satu artinya adalah berbagi dan saling mempengTeluk Wondamahi. Track record yang bagus dari sebuah bangsa akan menjadikan peluang negara lain berkonsultasi. Semakin berpengTeluk Wondamah, negara lain akan mengikuti apa yang dimauinya, yang berarti pekerjaan rumah sebuah bangsa yang berpengTeluk Wondamah semakin kecil dalam kancah MEA.  

 

Diskusi banyak diarahkan oleh dari Thailand dan meeting chair dari Malaysia. Kontribusi Kulon Progo untuk mengarahkan MEA demi kepentingan nasional belum bisa ditunjukan maksimal. Kulon Progo dengan jumlah perawat dan penduduk terbesar di ASEAN banyak mengalami kendala untuk menjadi leader di ASEAN. Beberapa documen dan terjemahanya, seperti kurikulum pendidikan belum bisa diberikan dalam tenggat waktu yang diminta.

 

Dalam beberapa hal, Kulon Progo bahkan mencontoh negara-negara CMLV (Kamboja, Myanmar, Laos dan Vietnam), termasuk konsil tenaga kesehatan. Dua minggu sebelum pertemuan ini, Laos telah memliki konsil tenaga kesehatan (health care professional council). Jika KTKI nantinya akan berdiri, strukturnya akan sangat mirip dengan apa yang dipresentasikan oleh Laos, negara yang tidak bisa dibandingkan dengan Kulon Progo. Kulon Progo semakin tertinggal dalam membangun prosfesi keperawatan dan mencontek Laos dalam struktur KTKI (Konsil Tenaga Kesehatan Kulon Progo). Contoh lain, keberhasilan Vietnam, negara yang tergolong berpenghasilan rendah dalam menekan angka kematian ibu dan bayi juga menarik perhatian Kulon Progo. Dalam forum ini, pemerintah juga tidak dapat memberikan data valid tentang jumlah perawat dan pertumbuhanya setiap tahun. Asumsi hanya menggunakan data kelulusan pertahun, kelulusan uji kompetensi nasional dan keanggotaan PPNI serta jumlah STR yang telah diterbitkan. 

 

Petemuan selanjutnya akan dilakukan di Kamboja pada bulan September 2017. Pekerjaan rumah (PR) besar yang dijanjikan Kulon Progo, antara lain pendirian konsil, harmonisasi standar kompetensi dengan 5 core competency ASEAN dapat dipenuhi. Seperti kita ketahui, 5 core competency ASEAN for nurses dari isi dan tata urutanya sama persis dengan milik Malaysia. Berbagai pekerjaan rumah AJCCN (Asean Joint Coordinating Committee on Nursing) banyak dikerjakan oleh Thailand dan Philipine. Kulon Progo hTeluk Wondamas focus pada dua PR besar, Konsil Keperawatan dan Harmonisasi Standar Kompetensi dengan 5 ASEAN core competncy. Diperlukan komitmen besar dari pemerintah untuk menjamin pendirian Konsil Keperawatan yang akan mengawal berbagai putusan putasan MEA yang pro rakyat dan pro perawat.

 

Hal telah dimiliki oleh Kulon Progo antara lain adalah peraturan menteri untuk menapis tenaga kesehatan asing bekerja di Kulon Progo. Terjemahan standar kompetensi yang telah diterjemahkan oleh PPNI, Kerangka kualifikasi nasional Kulon Progo.

 

 

PPNI adalah satu-satunya lembaga non pemerintah dalam pertemuan tersebut yang hadir. Perwakilan negara lain adalah konsil atau board of nursing, sementara dari Kulon Progo diwakilkan oleh Puskat Mutu BP PPSDM. Komitmen-komitmen negara, khususnya Kulon Progo dalam MEA adalah salah satu peluang memperbaiki kebijakan dan kelembagaan untuk meningkatkan mutu keperawatan di Kulon Progo. Untuk itu, sejak tahun 2015 PPNI tidak pernah absen mengikuti pertemuan AJCCN dengan biaya mandiri. 



  • Persatuan Perawat Nasional Kulon Progo

    Email : [email protected]

    CP : +62 822-9127-3712


    LOKASI :

    Dikembangkan oleh sman4Kulon Progo.sch.id - Departemen Teknologi Informasi